Kisah

Beda Kuli Dan Kyai, Bule Njawani Dan Santri Sapi

. BULE NJAWANI


Mudik dari Mesir, para mahasiswa Al- Azhar asal Indonesia transit dulu di Dubai. Sebenarnya Dubai lebih tepat disebut Mumbai karena aktivitas perdagangan dan kehidupan disana didominasi orang India, tentu saja plus orang asing lainnya. Ketika para mahasiswa sedang ngariyung, tiba- tibaseorang bule menyela: "Excuse me", artinya: "Permisi". Para mahasiswa yang kebanyakan dari Jawa dan memang suka iseng segera berkomentar: "Awas, ono Anoman arep liwat" (awas, ada Hanoman mau lewat). Rupanya tubuhnya yang bule itu dipersamakan dengan Hanoman.


Setelah beberapa saat kemudian sang bule kembali sambil merunduk, sebagaimana orang Jawa mau lewat sambil nyengir berkata: "Nuwun sewu, kulo Anoman bade liwat" (Permisi, saya Hanoman mau lewat). Kontan para mahasiswa kaget, terkesima dengan wajah kecut. Koq ono londo bison ngomong jowo (Koq, ada belanda bisa ngomong jawa).  Rupanya usut punya usut, bule itu mau ke Jogya sebagai dosen tamu di Universitas negeri di Jogya. Dia rupanya sudah lama tinggal di Jogya dan ngerti bahasa Jawa, kromo inggil lagi!!


Waduh!. Maluuuu......

(Khd)


(Inti pelajaran: Hati- hati dalam berbicara)





BEDA ANTARA KULI DAN KIYAI


Rombongan jamaah haji Indonesia dari Tegal tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah Arab Saudi. Langsung saja kuli-kuli dari Yaman berebutan untuk mengangkut barang-barang yang mereka bawa.


Akibatnya, dua orang di antara kuli-kuli itu terlibat percekcokan serius karena rebutan rizki . Tentu saja karena orang arab, ya ketika bertengkar mereka juga pakai bahasa arab.  Melihat itu, rombongan jamaah haji yang ada didekat mereka tersebut spontan merubung mereka, sambil berucap: "Amin, Amin, Amin!"


Seorang Ustadz yang sedang berada di bandara itu menghampiri mereka,


"Lagi ngapain Anda semua baca "amin- amin" di sini?"


"Mengamini do'a para kiyai, pak Ustadz. Mereka terlihat sangat fasih berdoa, apalagi  mereka pakai sorban, mereka itu pasti habib atau kyai- kiyai Arab yang makbul do'anya, pak Ustadz."


Ustadz kita yang pernah jadi mahasiswa di Madinah geleng- geleng kepala.


Dasar orang kampung!!!


sumber: nusantaranews.wordpress.com





 SETAN MAU PENSIUN DINI


Suatu saat rombongan setan menghadap Allah SWT.

"Ya Rob, kami sekalian para setan mohon pensiun dini, nggak kuat kami menghadapi ulah
manusia zaman sekarang !"

Lho memangnya kenapa?

"Ya itu, kami sering dikambing hitamkan oleh manusia.


- Ketika ada yang sakit, katanya diganggu setan,


- Ketika ada yang berbuat maksiyat, katanya digoda setan


- Ketika mereka mabuk mabukan katanya minum air dan pil setan.


- Mereka yang- enak- enak, mabuk- mabukan dan berzinah, kita para setan yang disalahin, padahal itu kemauan mereka sendiri, yang nikmatin mereka sendiri.

- Lagian, manusia sekarang sudah lebih pintar nggodain orang dari pada setan asli.

- Mereka sudah lebih licik dibanding setan asli.......

- Mereka kini punya TV, VIDEO, HP dan alat- alat canggih lainnya untuk merayu orang, padahal kita para setan tak punya alat canggih seperti itu......

- Dan mereka kini lebih jahat dari kami- kami ini.

Karena itu kami mohon izin, mendingan kami pensiun dini"............????

Tapi ketentuan dan takdir Allah sudah berlaku.....

(Khd)





 Santri Keluarga Sapi


Seorang santri baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilaijayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun berencana mengadu nasib di Jakarta.

Saat tiba di Stasiun Pasar Senen, dia melihat kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan. Di Jakarta, kecelakaan biasanya memang menjadi tontonan yang menarik, maka dia pun memutuskan untuk ikut menonton.

Namun teryata kerumunan itu terlalu berjubel sehingga ia tidak bisa melihat korban dengan jelas, apalagi postur tubuhnya yang memang kecil. Jadi, jangankan mendekat, untuk melihat korban saja sulit. Dasar merupakan santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik......:

"Saya keluarganya.. Saya keluarganya.. Minggir.. Tolong minggir !" katanya sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang-orang pun memandanginya dengan terheran- heran....dan ternyata akal kancil si santri memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada santri itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan. Dan, betapa terkejutnya ketia dia melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata bukan manusia tapi.......adalah seekor SAPI!



Waduh, malunyaaaaa!

Posting Komentar

0 Komentar