Kisah

Cokot, Atos Dan 'Pertentangan Jawa Sunda Kocak

Pada suatu hari di hari Jumat, seorang muslim dari Medan (Bapak A) sholat Jumatan di daerah Jawa barat, dan waktu selesai sholat, Sendalnya hilang, Bapak A uring uringan dan nanya ke orang orang sebelahnya: "Mana sendal aku, dari tadi ku cari tidak ada",  di jawab oleh salah seorang jamaah disekitar itu: "meureun Pahili", kemudian Bapak A, nanya: "Siapa itu Pahili", dijawab lagi oleh jamaah lainnya: "Pahlili itu Paliron", dengan nada agak tinggi Bapak A berkata: "Mau Pa Hili mau Pa Liron, atau Pak Ahmad!!, coba tunjukkan orangnya aku kejar!!, yang penting sendalnya kembali!".
------

Suatu sore ada sekolompok anak anak sedang main Badminton di suatu gang, waktu itu giliran anak orang Sunda dengan anak dari Jawa,  persis saat itu shuttle kok nya jatuh didaerah permainan anak dari Jawa, Si Sunda langsung teriak "Cokot kok na, tuh", Si Jawa menjawab "Atos", Si Sunda nanya lagi "mana atos, gancang cokot" , Si Jawa bilang "Atoos, sambil mau nangis karena mengigit kok badminton. (keterangan: "Cokot" dalam bahasa Sunda artinya "Ambil" sedangkan dalam bahasa Jawa "Gigit"; kalau "Atos" dalam bahasa Sunda berarti "Sudah" dalam bahasa Jawa "Keras").
-----------------

 Pada suatu hari ada orang Sunda bertamu ke rumah keluarganya yang dari suku Jawa, dan saat tuan rumah mempersilahkan untuk makan, saudara dari Suku Jawa Bilang: " Ini Jangan, Ini Jangan, Ini Sambel", sambil bingung si Sunda akhirnya hanya makan sambel karena yang dimengertinya hanya Sambel sedangkan makanan lainnya dilarang.

Posting Komentar

0 Komentar